Kegiatan Pengabdian ini dilaksanakan pada hari Selasa 23 Mei 2017. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan tata kelola wilayah pesisir, secara khusus pada kawasan tambak wanamina melalui kegiatan pemangkasan mangrove dan pengomposan serasah mangrove. Kegiatan dilakukan dengan pelatihan dilanjutkan dengan praktek pembuatan kompos dengan bahan kompos berupa serasah mangrove dari Avicennia marina (Api-api), Rhizophora mucronata (Bakau) dan campuran dari keduanya. Pengomposan dilakukan dengan bak kompos dengan penyaring untuk ekstraksi kompos cair. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa masyarakat (mitra) telah mampu melakukan pengomposan secara mandiri. Pengomposan menghasilkan dua jenis kompos, yaitu kompos padat dan kompos cair. Kompos cair menghasilkan rasio C/N sebesar 7,18; 5,77 dan 6,66 sedangkan kompos padat menghasilkan rasio sebesar 11,98; 11,60 dan 12,78 masing-masing dari Api-api, Bakau dan campuran. Aplikasi kompos pada tambak berdampak pada kondisi air yang lebih jernih, munculnya klekap, pengayaan jenis dan kelimpahan plankton, serta peningkatan biomasa ikan hasil budidaya. Luaran yang sudah dihasilkan dari kegiatan ini yaitu berupa draft publikasi ilmiah dan publikasi populer, produk berupa kompos padat dan kompos cair, peningkatan kualitas lingkungan dan kesuburan tambak, sistem berupa aplikasi kompos dari serasah mangrove pada tambak, peningkatan ketrampilan masyarakat (mitra) dalam pembuatan kompos. Produk kompos yang dihasilkan telah dilakukan pengemasan dan pelabelan untuk keperluan komersialisasi dengan merek “KomMang”, dengan spesifikasi produk berat 2 kg untuk kompos padat dan 250 ml untuk kompos cair. Tim pelaksana Pengabdian masyarakat oleh Dr. Endah Dwi Hastuti, M.Si, Dr. Rini Budihastuti, M.Si, Dra. Riche Hariyati, M.Si.