Dorong Minat Riset Genetik, Tim Biologi Undip Kenalkan Teknologi eDNA di SMAN 3 Semarang

SEMARANG – Dalam upaya memperkuat pemahaman sains modern di tingkat sekolah menengah, tim pengabdian masyarakat dari Laboratorium Ekologi dan Biosistematika, Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (Undip), menggelar kegiatan edukatif di SMA Negeri 3 Semarang pada Rabu (25/02/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Pengenalan Metode Identifikasi Keragaman Biodiversitas Tropis Berbasis Molekuler.”

Program ini merupakan wujud nyata dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui inisiatif ini, para akademisi berkomitmen untuk mentransfer pengetahuan mutakhir dari laboratorium kampus langsung kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang akan menjadi penerus riset di Indonesia.

Kegiatan dipandu langsung oleh Ni Kadek Dita Cahyani, Ph.D., pakar biologi molekuler Undip, bersama tim ahli yang terdiri dari Dr. Fuad Muhammad, S.Si., M.Si., Prof. Drs. Sapto Purnomo Putro., M.Si, Ph.D., dan Hernanda Afra Haniyyah, M.Si. Materi utama yang dipaparkan adalah metode Environmental DNA (eDNA), sebuah teknik identifikasi organisme melalui jejak materi genetik yang tertinggal di lingkungan, seperti air atau sedimen.

“Metode eDNA sangat potensial untuk memantau biodiversitas di kawasan tropis secara efisien tanpa harus mengganggu ekosistem, karena kita tidak perlu menangkap fisik organismenya,” ujar Ni Kadek Dita Cahyani dalam paparannya.

Para siswa tidak hanya mendapatkan asupan teori mengenai konsep dasar DNA, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik simulasi penyaringan air. Praktik ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana sampel lingkungan dapat dikelola hingga menjadi sumber informasi genetik berharga guna mengungkap keberadaan spesies yang sulit diamati secara visual.

Menariknya, sinergi ini bukanlah hal baru. Kerja sama antara tim Undip dan SMA Negeri 3 Semarang telah terjalin sejak tahun 2025 melalui riset kolaboratif yang melibatkan siswa sekolah tersebut. Hubungan jangka panjang ini menjadi pondasi kuat dalam membangun ekosistem riset yang inklusif antara perguruan tinggi dan sekolah menengah.

Melalui kegiatan ini, Tim Pengabdian Undip berharap stigma bahwa metode molekuler itu sulit dan eksklusif dapat terkikis. Pemahaman sejak dini diharapkan mampu memantik semangat siswa untuk mencintai biologi dan berkontribusi dalam upaya konservasi di Indonesia sebagai negara megabiodiversitas. Bekal ilmu ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para siswa untuk mengembangkan riset sains demi kelestarian lingkungan di masa depan.