Prof. Dr. Tri Retnaningsih Soeprobowati, M.AppSc, dosen dan peneliti Departemen Biologi Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, tampil sebagai pakar ahli lingkungan dalam program Inspirasi Indonesia bertajuk “Mak Jah” yang disiarkan TVRI Jawa Tengah, Minggu (11/1/2026) pukul 14.00 WIB. (https://www.facebook.com/share/v/1BvVBMe9Yj/)
Program Inspirasi Indonesia mengangkat kisah kehidupan Mak Jah, seorang tokoh Desa Bedono, Kabupaten Demak, yang secara konsisten merawat lingkungan dengan menanam mangrove di sekitar tempat tinggalnya. Desa Bedono sendiri dikenal sebagai wilayah pesisir yang terdampak parah banjir rob hingga sebagian besar penduduknya memilih meninggalkan desa tersebut. Saat ini, Mak Jah tercatat sebagai satu-satunya keluarga yang masih bertahan dan menjalani kehidupan sehari-hari di tengah genangan air laut.
Upaya Mak Jah dalam menanam mangrove terbukti memberikan dampak besar bagi ekosistem setempat. Keberadaan mangrove tidak hanya berfungsi sebagai penahan abrasi dan gelombang air laut, tetapi juga memberikan manfaat ekologis yang signifikan, seperti menjaga keseimbangan lingkungan pesisir dan mendukung keberlangsungan biota laut. Kisah heroik Mak Jah ini pun menarik perhatian berbagai kalangan, khususnya pemerhati lingkungan.
Dalam tayangan tersebut, Prof. Tri Retnaningsih—yang akrab disapa Prof Naning—menyampaikan apresiasi dan rasa hormatnya terhadap upaya yang dilakukan Mak Jah. Menurutnya, kesadaran dan aksi nyata yang dilakukan secara mandiri oleh masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Kisah Mak Jah bahkan menjadi salah satu sumber inspirasi bagi tim penelitian yang dikoordinatori oleh Prof Naning. Sejak tahun 2022, Desa Bedono telah dialokasikan sebagai salah satu objek riset yang dikembangkan oleh Prof Naning bersama timnya. Ia menilai Bedono sebagai laboratorium alam yang sangat penting, baik untuk kepentingan studi ilmiah maupun pengembangan potensi lokal berbasis perlindungan ekosistem.
“Desa Bedono menyimpan banyak pelajaran berharga tentang ketahanan lingkungan dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Sentuhan ilmu pengetahuan dan teknologi masih sangat dibutuhkan untuk memberikan solusi berkelanjutan bagi wilayah ini,” ungkapnya.
Keterlibatan aktif Prof Naning dan tim peneliti Undip di Desa Bedono diharapkan dapat menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab persoalan lingkungan dan sosial di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat peran Undip sebagai institusi yang hadir dan berdampak bagi pembangunan berkelanjutan.